Selasa, 14 September 2010

Teman-teman yang luar biasa,

Banyak hal yang kita jumpai berasal dari pemikiran-pemikiran besar. Penemuan penting yang bermanfaat bagi dunia, hingga karya seni nan memesona--misalnya karya Leonardo Da Vinci, Monalisa--yang bertahan hingga melewati batas zaman pasti merupakan buah pemikiran besar pada zamannya.

Anda ingin meraih sukses? Mari tanamkan sikap selalu berpikir, bertindak, dan berperilaku besar (yang benar dan halal). Saya yakin, semua hal itu akan memberikan dampak yang positif bagi keberadaan kita dalam kehidupan nyata.

Semua ujian dan tantangan yang datang menghadang dapat pula diatasi dengan cakrawala berpikir yang besar dan hati yang luas. Pada akhirnya, semua hal itu akan mengantarkan kita pada "kemenangan" dalam berbagai episode kehidupan. Setuju kan?

Teman-teman yang luar biasa,

Hidup adalah sebuah perjalanan panjang. Berjalan, berliku, berkelok, kadang naik, kadang turun. Tapi, bagi mereka yang tak memiliki tujuan, sejauh apa pun jalan yang ditempuh, yang didapat seolah hanya kehampaan.

Karena itu, miliki tujuan! Tetapkan target, buat visi dan misi kehidupan. Sebab, dengan target besar dan menantang ke depan, kita akan selalu memiliki tujuan pasti yang membimbing ke mana kita akan melangkah. Sehingga, apa pun halangan, rintangan, dan ujian yang menghadang, akan mampu kita lewati.

Mari, segera melangkahkan kaki! Satu langkah, dua langkah, ... dengan berbagai tindakan nyata, tanpa terasa ribuan mil akan terlewati dan banyak target telah terpenuhi. Saat itulah, kita akan menjadi pemenang-pemenang sejati dalam kehidupan ini.

Teman-teman yang luar biasa,

Sering kali kita terjebak oleh pandangan yang salah tentang peranan kita. Tiap hari kita lebih banyak berkutat dengan kekurangan dan kelemahan semata, sehingga perasaan rendah dirilah yang lebih dominan dalam mengarungi hidup ini.

Perlu kita sadari, tidak ada manusia yang sempurna! Bagaimanapun kecilnya peranan pekerjaan yang kita emban, jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab, yakini yang kita berikan pasti bernilai buat orang lain.

Senin, 13 September 2010

Maafkan dia

Kesalahan orang kepada kita, apapun bentuknya, jika terus kita simpan dan pikirkan, maka hati ini akan terasa panas adanya alias bad mood. Konsentrasi kita di pekerjaan atau sekolah pun pasti akan terganggu. Tiba-tiba, kita menjadi mudah jengkel dan marah-marah terhadap hal lain yang mungkin tidak terkait sama sekali.

Maka puasa di bulan Ramadhan ini, sungguh saat tepat untuk mengingatkan kita, agar kita mampu menahan godaan nafsu, terutama amarah dan kebencian. Mari berlatih untuk memaafkan, mengampuni. Bukan sekadar lip service, tetapi ikhlas dari lubuk hati. Agar Idul Fitri nanti menjadi momen kemenangan kita di mata Illahi.

Salam sukses, LUAR BIASA!